Kehebatan Pak Tri Agus Cahyono, M.Pd dengan Karya Inovasi dan Kualitas Diri

Planetarium Bekam Karya Inovasi
Pak Tri Agus Cahyono, M.Pd Peraih Inobel 2016 
Sebagai salah satu tugas membuat resume Kuliah online malam ini seperti biasa kuliah online ini di mulai pukul 19.00 sampai dengan pukul 21.00.WIB dengan Narasumber pak  Tri Agus Cahyono, M.Pd yaitu seorang peraih inobel nasional 2016. Beliau tinggal di Pacitan dan mengajar SD di Gunung Kidul. 
Beliau setiap hari menghabiskan perjalanan dari Pacitan ke Gunungkidul menempuh jarak 70 km. Sehingga pulang pergi menempuh jarak 140 km. Perjalanan yang begitu panjang, Beliau sering menggunakannya untuk hal yang positif yaitu untuk memikirkan apa-apa yang harus dilakukan bersama anak-anak di sekolahnya nanti.

Melalui WA grup ini Beliau akan menyampaikan materinya, melalui Om Jay sebagai berikut, mari kita simak.

“Assalamu alaikum wr. wb Bpk./ Ibu grup belajar menulis gelombang 8. Selamat Malam. Alhamdulillah berkah bagi kami bisa bergabung dalam grup ini. Di sini saya sangat malu jika sebagai narasumber tentu saja Bpk./Ibu semua lebih berpengalaman dan lebih hebat dari kami. Jadi tolong anggap ini sebagai sharing pengalaman saja apa yg telah kami peroleh selama mengabdi menjadi guru. Untuk mengawali kegiatan ini marilah kita berdoa sesuai kepercayaan kita masing-masing. Silahkan

Sesuai Tema yang kami ambil "Karya Inovasi & Kualitas Diri"  Pada hakikatnya sebuah karya inovasi adalah puncak dari proses belajar seseorang.
Sesuai taksonomi Bloom yg telah direvisi oleh Krathwool. Ada 6 tahapan berfikir kognitif
1. Mengingat (C1)
2. Memahami (C2)
3. Menerapkan (C3)
4. Menganalis (C4)
5. Mengevaluasi (C5)
6. Menciptakan (C6)
Dalam taksonomi tersebut Karya inovasi adalah sebuah tahapan puncak dari proses berfikir.

Jadi ketika kita menginginkan sebuah karya inovasi yang baik, maka kita tidak boleh melewati tahapan-tahapan tersebut.
Jangan sampai kita berinovasi tapi:
1. Tidak tahu ilmunya
2. Tidak paham maksudnya
3. Tidak pernah menggunakan
4. Tidak bisa menganalisis bagian-bagiannya
5. Tidak bisa menilai kelebihan dan kekurangannya

Jadi intinya jika anda ingin menciptakan karya inovasi maka anda harus belajar menguasai materi keilmuan dari karya tersebut.

Ketika final lomba Karya Inobel yg dinilai bukan sekedar bagaimana karya tersebut atau karya tulisnya tetapi yg paling penting dan lebih utama adalah bagaimana penciptanya/inovatornya yg akan ditelisik oleh dewan juri melalui presentasi dan tanya-jawab.

Nah bagaimana cara kita belajar untuk meningkatkan kualitas diri dan sekaligus menciptakan sebuah karya inovasi adalah dengan bekerja. Belajar kita lakukan pada saat mengajar Cara belajar paling baik adalah dengan mengajar. Apa yg membuat bapak tertarik melakukan inovasi pemeblajaran di kelas bapak? Ketika kita ber C1 sd C5 ada sebuah ketidapuasan

Setelah kita belajar, mengingat, memahaminya, menerapkannya, menganalisisnya, kita pasti mengevaluasinya (kekurangan dan kelebihan) Disitulah rasa ketidakpuasan akan muncul. Dan daya cipta kita sebagai manusia ( kreativitas) akan muncul. Nah sekarang bagaimana kita memilih bidang yang akan kita buat inovasinya.

Kuncinya "APIK" (saya kutip dari Pak Arif Edi)
1. Asli (jangan menjiplak)
2. Perlu (benar2 dibutuhkan)
3. Inovativ
4. Konsisten

Dari paparan di atas kemudian di potong dengan pertanyaan dari peserta ”Assalamualaikum Pak Agus dan bapak ibu guru hebat malam ini saya bantu Om Jay sebagai moderator ya”

Narasumber: Ok, sekarang saya berikan contoh karya inovasi kami yg mendapatkan penghargaan inobel 2016. Namanya media "Planetarium Bekam" Media ini adalah hasil dari ketidakpuasan terhadap media konvensional yang selama ini kami gunakan yaitu globe. Bertahun-tahun menggunakan globe hasilnya selalu biasa-biasa saja. Anak tidak tertarik/kurang termotivasi dan prestasi belajar kurang memuaskan. Prestasi kurang lebih disebabkan kurangnya motivasi. Motivasi rendah lebih disebabkan materi bukan pada zona motivasi (jangkauan anak) Zona motivasi anak itu adalah sesuatu yang menantang namun bisa dikerjakan.  Jadi jika materi terlalu sulit dan terlalu mudah maka dipastikan anak kurang termotivasi.

Ketika menggunakan globe dalam pembelajaran IPA untuk menerangkan materi pergerakan Bumi & Bulan, anak dipaksa berfikir sangat abstrak. Jadi penasaran dengan media ini. Fungsi media ini adalah mempermudah observasi. Ketika anak memperbandingkan globe yg diperagakan dengan lampu senter dan mengakomodasikan dengan kejadian sebenarnya antara Bumi, matahari, dan bulan sangat sulit. Disinilah ketidakpuasan terhadap globe muncul Kita analisis kelebihan dan kekurangan globe dalam menjelaskan materi tersebut
 Kelebihan:
1. Model yang paling sesuai
2. Ada di sekolah
3. Mudah digunakan
4. ...dll
Kekurangan:
Tidak bisa menampilkan bagaimana kenampakan langit dari bumi saat diperagakan. Meskipun anak kelas 6 sudah mampu berfikir abstrak namun kemampuan tersebut masih terbatas  Khusus pada gerak semu atau bukan gerak sebenarnya anak sangat kesulitan untuk menerima konsep tersebut. Misalnya gerak semu harian matahari, kita menyampaikan ke anak bahwa gerak semu harian matahari dimana matahari tidak bergerak tetapi yang bergerak adalah bumi.

Beberapa pertanyaan yang diajukan peserta terhadap narasumber yaitu. 
  1. Apakah karya inobel yang juara mesti ada unsur TIK- nya...? Pak Azis guru di Demak
  2. Slmt malm pa Agus, boleh ceritakan  lebih dalm karya inovatif  yang pernah anda buat sampai dikenal  dan mendapat prestasimu itu?Pak Simon Kupang
  3. Yang manakah  media / alat peraga yang lebih pertimbangkan  oleh dewan juri saat kita mengikuti lomba inobel apakah yang bersifat tradisional atau modern . Tentu dengan telah memperhatikan fungsi dan kegunaanya dlm pencapaian IPK siswa. Terimakasih. Prihariyani _ Semarang
Bagaimana jawaban sang juara inobel? Begini jawabannya
"Selamat malam Pak @Aziz Demak Tidak selalu, tergantung kebutuhan. Karya manual sederhana namun idenya luar biasa akan dapat melebihi karya yg berbasis TIK Selamat malam Pak Simon-Kupang. Iya tentu akan kita bahas. Kelebihan dari sebuah karya bukanlah dari sifat modern atau tradisionalnya tetapi lebih kepada kebermanfaatan, ide, dan kemudahan untuk digunakan dan direplika oleh orang lain. Meskipun karya berbasis TIK kelihatan lebih keren tetapi sulit untuk ditiru dibuat oleh guru lain atau sulit diaplikasikan di daerah-daerah tertentu maka nilainya akan kurang.

Setelah menjawab pertanyaan pak Tri Agus Cahyono, M.Pd melanjutkan penjelasannya.
Kelemahan globe tadi adalah tidak bisa menampilkan bagaimana gerak semu matahari. Sehingga menjadi sulit bagi anak. Maka anak akan lemah motivasinya untuk terus belajar. Itu kendala yang harus diselesaikan. Nah dimana saya dapat ide? Untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bisa langsung dijelaskan untuk mengatasi kendalanya.

Aktifitas pa Tri dengan kamera sangat tinggi, hampir setiap kegiatan beliau  direkam, difoto dan di buat videonya.

Kesimpulan
Dalam berinovasi jangan memikirkan masalah yang bersumber dari luar seperti lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, dan lain-lain, tetapi FOKUS pada KOMPETENSI DIRI itulah yg akan memudahkan kita menemukan hal-hal/ide penting yang membantu keberhasilan pembelajaran. Sehingga tidak hanya inobel yang kita dapat, OGN akan didapat, Gupres juga akan kita dapat. Jadi tingkatkan kualitas diri untuk karya yang berkualitas. Terima kasih dan semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kekilafan.

Itulah sedikit petikan resume kuliah online yang saya kutif sebagian dari WA grup belajar menulis gelombang 8 bersama Om Jay

Salam blogger persahabatan
Unih S.Pd
https://unih789.blogspot.com

Comments

Post a Comment

Berikan komentar yang sopan dan santun, teruma kasih.

Popular posts from this blog

Kelas 8D Mengidentifikasi Unsur Budaya Di Indonesia

Belajar menulis gratis bersama Omjay